Cara Merawat Piston dan Ring Piston


tanggal post : 11 December 2015
Cara Merawat Piston dan Ring Piston

Piston merupakan bagian utama mesin yang bekerja didalam silinder blok untuk menghasilkan tenaga mesin dari proses pembakaran. Piston terbuat dari bahan yang harus kuat menahan ledakan namun juga harus ringan, serta tahan terhadap suhu tinggi. Makanya piston dan ring piston harus mendapatkan perawatan secara berkala atau rutin. Pemeriksaan berkala dilakukan untuk membersihkan karbon dari gas yang tidak habis terbakar dalam mesin yang tertinggal sehingga menumpuk menjadi karbon. Jika jumlah karbon sudah terlalu banyak, maka tekanan kompresi menjadi sangat tinggi. Hal ini akan membuat mesin cepat panas dan timbul pembakaran awal (pre ignition).

motor mini 2 tak

Berikut Langkah pemeriksaan dan perawatan piston dan ring piston;

  1. Bongkar kepala silinder dari blok mesin
  2. Lepaskan karburator dari silinder blok dengan melepas baut -baut pengikatnya
  3. Lepaskan silinder blok dari bak transmisi dengan melepas baut - baut pengikatnya. 
  4. Lepas piston dari stang piston ( stang seher) dengan melepas pen piston terlebih dahulu.
  5. Bongkar ring piston dari dari piston.
  6. Periksa keadaan piston terhadap goresan atau kotoran berupa karbon. Jika ada luka goresan yang terlalu dalam, maka piston harus di over size. Jika piston kotor karena karbon yang menumpuk, bersihkanlah dengan amplas halus. Dalam melakukan pengampalasan haruslah berhati - hati agar tidak menggores sisi piston yang lainnya.
  7. Bersihkan juga alur - alur dari ring piston di piston dengan cara mengamplasnya.
  8. Pasang kembali ring piston pada piston. Perhatikanlah cara pemasangannya ! Celah ring piston tidak bileh segaris dengan pen piston. Ring piston juga harus terpasang sesuai dengan nomor urutnya dan tulisan pada ring piston ini harus menghadap ke atas. Nomor urut ring piston ini tertera pada ring piston tersebut.
  9. Pasang kembali piston pada stang piston dengan memasang pen piston. Perhatikanlah tanda panah pada permukaan atas piston. Tanda panah ini harus menghadap ke depan untuk mesin yang posisi tegak, dan menghadap ke bawah mesin yang mendatar.
  10. Pasang kembali silinder blok ke bak tranmisi. Hati - hatilah dalam pemasangan silinder blok Jangan sampai ring piston terjepit, karena dapat patah bila terjepit. Bila sudah terpasang , putarlah crankshaft sehingga piston bergerak naik turun, untuk memastikan bahwa pemasangan sudah baik.
  11. Pasang kembali kepala silinder pada blok silinder. lalu kencangkan mur pengikatnya
  12. Pasang kembali rantai keteng dan sprocket camshaft. Perhatikanlah tanda pada sprocket camshaft harus segaris dengan tanda garis di kepala silinder, sementara tanda T pada rotor magnet harus segaris juga dengan tanda pada bak magnet.
  13. Pasang kembali karburator pada silinder blok. Lalu hidupkan mesin 
  14. Perhatikan gas buang dari knalpot ;
    1. Jika gas buang berwarna putih dan berlangsung sebentar berarti pemasangan piston sudah baik.
    2. Jika asap putih yang keluar dari knalpot berlangsung lama berarti pemasangan piston belum baik, maka sepeda motor harus dibongkar ulang.
    3. Perhatikan juga suara berisik di blok silinder, jika suara beerisik maka pemasangan ring piston belum benar. Bongkarlah mesin sepeda motor Anda lagi.

Orang lain Juga mencari :

- piston engine
- piston racing
- piston forget
- power piston
- piston resing
- komponen mesin motor
- mesin motor
- bagian mesin
- fungsi mesin motor
- cara mengukur piston
- cara mengganti piston
- cara pemasangan piston


 


Artikel Terkait

Viewer : 2335 User: