Perbedaan Pompa AIr Listrik dan Pompa Air Diesel


Perbedaan Pompa AIr Listrik dan  Pompa Air Diesel

Salah satu alat yang berperan penting dalam proses pengolahan air adalah pompa air. Alat ini berfungsi mendistribusikan air dari sumber air ke tempat pengolahan air, menyalurkan air ke konsumen dan sebagainya. Jenis-jenis pompa air pun sangat banyak tergantung dari kegunaannya. Namun kali ini saya akan membahas apa perbedaan antara pompa air listrik dengan pompa air bensin.

Pompa AIr Listrik

Seiring berkembangnya zaman dan aliran listrik sudah banyak masuk ke daerah-daerah, pompa air tenaga listrik (AC 220V) menjadi pilihan untuk menggantikan pompa air manual.  Pompa air merk Sanyo menjadi istilah umum untuk mewakili pompa air tenaga listrik. (Mungkin saat itu, era 70-an - 80-an yang banyak beredar pompa air merk Sanyo ya).

Sekarang cukup banyak merk pompa air yang beredar dengan teknologi yang berbeda-beda. Namun teknologi yang umum dikenal dengan Centrifugal Pumps. Yaitu pompa air yang bekerja berdasarkan daya centrifugal yang dihasilkan oleh impeller (kipas) yang diputar oleh motor listrik. Karena daya centrifugal ini air tersedot (dari sumur) dan terdorong keluar secara kontinyu melalui sirip-sirip impeller seperti gambar berikut ini.

Pompa Air Diesel
Mesin,industri,perkantoran
Pompa air jenis ini menggunakan motor berbahan bakar bensin atau solar. Cara kerjanyapun sama dengan pompa air listrik di atas. Bedanya hanya pada motor penggerak kipas impeller-nya yang menggunakan bahan bakar bensin atau solar. Biasanya pompa air jenis ini digunakan untuk memompa air dengan volume debit air yang besar. Ini terlihat dari besarnya ukuran pipa atau selang yang diameternya cukup besar.

​Sekian penjelasan dari saya, mau menggunakan pompa air listrik atau pompa air diesel itu tergantung dari kebutuhan anda masing-masing.

Redaksi : Armansyah @ Danmagot


selamat hari puasa

Artikel Terkait

Viewer : 3