Tradisi, Halloween, Budaya, Luar

Yuk Simak Sejarah dan Tradisi Halloween


Yuk Simak Sejarah dan Tradisi Halloween

Jika mendengar kata Halloween otomatis pasti kalian memikirkan buah labuh kuning dengan ukiran lilin di dalamnya bukan? Labu kuning itu adalah Jack O’ Lantern yang merupakan salah satu simbol Halloween. Jack O’ Lantern ini berasal dari legenda Irlandia yang mengatakan bahwa iblis datang untuk mengambil seorang pencuri bernama Jack. Tapi Jack dapat menipu si iblis dengan membuatnya berjanji untuk tidak pernah mengambil nyawa Jack.

Halloween merupakan kependekan dari All Hallows’ Even (eve dan even sama-sama berarti petang/malam) yang berarti malam sebelum hari raya All Hallow yang sekarang disebut Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Holy Day). Huruf “n” di akhir kata Halloween berasal dari kata even.

Halloween berasal dari festival Samhain (dari bahasa Irlandia Kuno samain) yang dirayakan orang Kelt zaman kuno. Festival Samhain merupakan perayaan akhir musim panen dalam kebudayaan orang Gael, dan kadang-kadang disebut “Tahun Baru Kelt”. Orang Kelt yang menganut paganisme secara turun temurun menggunakan kesempatan festival untuk menyembelih hewan ternak dan menimbun makanan untuk persiapan musim dingin. Bangsa Gael kuno percaya bahwa tanggal 31 Oktober, pembatas dunia orang mati dan dunia orang hidup menjadi terbuka. Orang mati membahayakan orang hidup dengan membawa penyakit dan merusak hasil panen. Sewaktu merayakan festival, orang Gael menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih. Orang Gael mengenakan kostum dan topeng untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dengan mereka.

Pada pertengahan abad 19 banyak orang Irlandia yang berimigrasi ke Amerika Serikat. Biasanya Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga lalu meminta permen atau coklat sambil berkata “Trick or Treat!” Ucapan tersebut adalah semacam ancaman yang berarti “Beri kami permen atau kami jahili”.

Zaman sekarang anak-anak biasanya tidak menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Namun sebagian masih ada anak-anak yang menjahili rumah orang yang pelit dengan cara menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan tisu toilet atau menulisi jendela dengan sabun. Inilah sebabnya mengapa Halloween juga dikenal sebagai “Beggar’s Night atau “Malam pengemis”.

Lalu tradisi dan pentingnya hari Halloween sendiri, sangatlah berbeda antara negara-negara di dunia antara. Seperti di Irlandia, mereka akan menyalakan api unggun diiringi kembang api. Di Brittany, anak-anak akan menyalakan lilin dalam tengkorak pada pemakaman. Hari Halloween di US dan Canada sangatlah menentukan bagaimana Hari Halloween dirayakan di negara-negara lainnya. Beberapa negara lain yang merayakan Halloween adalah Amerika Selatan, Australia, New Zealand, Eropa, Jepang, dan Asia Timur.


Artikel Terkait

Viewer : 78